Kecuali lo adalah orang yang cepat puas, lo pasti pernah kepikiran untuk panjat karier.
Itu hal bagus. Bisa menjadi pertanda adanya progress.
Tapi dari pengalaman gue dalam berkarier, ada 4 hal yang sangat penting ketika berbicara progress, namun tidak saling berkorelasi antara satu dan lainnya.
- Skill
- Scope
- Jabatan
- Kompensasi
Ketika panjat karier, orang-0rang expect 4 hal itu akan berkembang.
Little did they know, 4 hal itu ga berkorelasi.
Skill senior, kompensasi junior? Ada
Jabatan manager, skill junior? Banyak
Skill senior, scope manager, jabatan support, kompensasi junior? Kek kenal orangnya
Control the controllable
Jabatan dan kompensasi itu nggak di bawah kontrol kita.
Namun skill dan scope berada total di bawah kontrol kita.
Kasih awareness lo ke dalam 4 hal ini, dan lihat kondisi lo sekarang.
Jangan cuma ikut arus.
Lihat diri lo sekarang.
Sadari di mana tingkat skill, scope, jabatan, dan kompensasi.
Fokus ke yang lo bisa kontrol, skill dan scope.
Adakah skill dan scope yang lo belum miliki untuk di berada di jabatan selanjutnya?
Contoh tangga karir PM dari Intercom

- Lo lagi di level apa?
- Apakah udah menuhi semua ekspektasi di level tersebut?
- Cek ekspektasi di level selanjutnya. Udah lo penuhi juga?
- Assess diri lo terhadap skill-skill tersebut, kasih penilaian
- Ajak 1 v 1 manager lo, terus cross-check bareng-bareng
Kebanyakan manager nggak paham cara untuk grow tim-nya.
Itu termasuk hal yang lo nggak bisa kontrol.
Tapi minimal lo harus belajar cara managing up.
Agar lo bisa ngatur korelasi 4 hal yang gue sebutkan di awal.
Butuh wide array of skills untuk bisa punya judgement yang tepat mengenai progresi karir.
Lo butuh belajar bisnis, psikologi, human nature, speaking, komunikasi persuasif, dan punya empati untuk paham posisi manager lo seperti apa.
Next, kita akan deep dive ke Skill, Scope, Jabatan, dan Kompensasi.
See you.
Talk soon,
fachry